Cara Berkendara Irit
SPBU Pertamina

Cara Berkendara Irit Pakai Motor, Tanpa ECO Indikator!

Diposting pada

Halo masdab dimanapun anda berada, semoga dalam keadaan sehat saja, disini BlogOtive akan membahas tentang Cara Berkendara Irit Pakai Motor. Pasti penasaran dong bagaimana? Yuk lanjutkan membaca

Motor Irit memang dambaan setiap orang, umumnya untuk harian dan bukan motor sport, karena motor sport adalah motor yang didesain untuk kecepatan jadi ya jangan ngarep irit untuk jenis yang satu itu.

Sebut saja motor Matic, motor dengan transmisi otomatis ini selain praktis karena tidak harus mainkan kopling dan perseneling, selain praktis tipe matic terkenal dengan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang irit.

Pabrikan berlomba-lomba untuk membuat bahan bakar se-efisien mungkin, dari modifikasi pembakaran teknologi injeksi sampai yang bisa mati otomatis, dan bahkan untuk berkendara saja itu dilengkapi dengan yang namanya ECO Indikator.

ECO Indikator merupakan sebuah sinyal untuk menunjukkan bahwa motor dikendari dengan hemat bahan bakar, jika ECO menyala artinya BBM-nya irit.

Eco Indicator

Cara Berkendara Irit ala BlogOtive

Sebenarnya kalau mau irit, hukumnya sama saja baik yang menggunakan ECO atupun tidak yakni dengan berkendara secara stabil dan konsisten di kecepatan sedang-sedang saja.

Sedang-sedang saja? Ya, kalau terlalu lambat, logikanya mesin akan mengeluarkan effort lebih untuk menopang bobot motor maupun pengendara.. berat, nah kalau cepat maka mesin bekerja keras dan tentunya permintaan suplai BBM tinggi, nah sedangkan kalau kecepatan sedang mesin motor berkendara enjoy.. pernahkah masdab mengayuh sepeda ontel (bicycle)? Pasti di awalnya berat dong (karena bawa bobot) nah kalau jalan pasti enteng (yang dinamakan kecepatan sedang).. sementara kalau ngebut ngayuh terus itu rasanya capek. Nah sama, motorpun demikian.

Sementara Kalau berkendara dengan mode stop and go (biasanya selap-selip di kemacetan).. ya itu sama juga kan boros, ada tenaga yang harus dikeluarkam mendadak, terus ngerem, terus keluarkan tenaga lagi. Jangan heran kalau motor jadi lebih boros.

Selain boros BBM, apalagi yang boros? banyak.. Kampas rem, minyak rem, V-Belt atau gear.. Itu deh kerugian naik motor ugal-ugalan dan sering stop and go. Kalau kita berkedara stabil, urut gas dan rem pastinya kita akan hemat semuanya.

Berkendara irit versi BlogOtive, kamu harus pintar-pintar naikkan gas.. di urut pelan-pelan biar naik perlahan, setelah naik berkenadaralah dengan fokus dan konsisten, jangan ngerem mendadak.. pandangan sedikit jauh kedepan, kalau didepan kira-kira ada halangan ya segera turunkan kecepatan perlahan bahkan tanpa ngerem kalau bisa (diprediksi).. Yakin deh bakalan irit.

Kalau untuk motor dengan transmisi manual, kamu bisa memanfaatkan Engine Brake, yang smooth tapi ya..

Selain kita menghemat BBM, dengan berkendara konsisten ini kita juga menghindari yang namanya naik motor ugal-ugalan, tikung sana tikung sini padahal kondisinya macet.. Mubazir BBM bro!

Kehabisan Bensin
Kehabisan Bensin (credit: Car Review)

Alhasil minim kecelakaan, BBM Awet, kampas rem awet dan mesin motor juga pastinya akan lebih awet. Alokasi keborosan bisa dialihkan untuk biaya service dan ganti oli. Worth it kan?

Artikel ini sebenarnya juga sebagai reminder untuk pemotor roda dua belakangan ini yang aroganya luar biasa, gebar-geber dikemacetan, mereka enggak sadar kalau dengan perilaku tersebut berbahaya dan tanpa disadari penggunaan BBM ngowoss, boros!

Selain itu kalau kita naik motor konsisten pasti boncenger kita juga nyaman naiknya, merasa aman dan tidak cemas, doi bisa menikmati pemandangan atau menikmati perjalanan, sambil ngobrol-ngobrol ringan.

Kesimpulan

Untuk Berkendara Irit, ini kiat-kiat yang kita lakukan.

  1. Berkendara dengan Konsisten di kecepatan sedang
  2. Sesekali perhatikan ECO Indikator (kalau ada), kalau terlalu sering nanti gagal fokus
  3. Jangan naik dan turunkan gas terlalu cepat, urut perlahan
  4. Gunakan dengan smart, sudah tau macet malah geber-geber, Mubazir!
  5. Berkendara Irit BBM, otomatis menghinarkan kita dari kecelakaan.
  6. Berkendara Irit BBM otomatis komponen motor seperti kampas juga lebih awet, ujung-ujungnya minim perawatan (irit).
  7. Berkendara seperti ini juga membuat pengemudi dan pembonceng nyaman, bukan malah senam jantung diatas dua roda.

Yang saya share ini berdasarkan pengalaman pribadi dan telah terbukti, baik di motor sport maupun matic. BlogOtive membuat study case dengan dua percobaan yakni full geber dan berkendara konsisten tarik ulur santai. Hasilnya Lumayan hemat 1 sampai 2 bar di speedometer.

Oh iya, dari riset saya medan jalan juga mempengaruhi irit BBM.. sama-sama Jogja-Gunungkidul pulang pergi (PP) tapi saat pergi (ke Jogja) lebih irit daripada dari Jogja ke Gununngkidul, kenapa? karena medan ke Gunungkidul itu menanjak karena posisinya di lantai dua sementara kalau ke Jogja itu sebaliknya.. banyak turunan jadi lebih irit dan lebih cepat perjalananya.

Sekian Artikel ringan mengenai Cara Berkendara Irit BBM pakai Sepeda Motor, jangan lupa di komentari kalau pengen dan share ke teman-temanmu!

Gambar Gravatar
Tinggal di Yogyakara, penghobi motor sejak kecil, seorang Testrider, Reviewer dan penikmat balap MotoGP. Mulai aktif berbagi seputar motor pada tahun 2015, menulis lebih dari seribu kata setiap hari.. :)