Perbedaan Oli Mineral, Full Synthetic dan Semi Sythetic
Oli dengan berbagai jenis dan tipe (Si Tepat Gedongkuning Yogyakarta)

Perbedaan Oli Mineral, Full Synthetic dan Semi Synthetic serta Kelebihanya

Diposting pada

Oli merupakan pelumas mesin yang berfungsi untuk meminimalisir gesekan antar-komponen supaya tidak mudah ambrol, long-life dan tetap ngacir saat di geber.  Secara umum jenis Oli dibagi menjadi tiga yakni Oli Mineral (konvensional), Full Synthetic (Full Sintetis) dan Semi Synthetic (Semi Sintesis), disini BlogOtive akan mengupas apa Perbedaan ketiga jenis Oli ini beserta Kelebihan dan Kekuranganya.

Sebenarnya artikel yang ditulis ini merupakan artikel hasil surfing saya di berbagai media; official website si produsen oli, artikel sampai kutipan-kutipan wawancara internal yang berkompeten, bisa dikatakan sumbernya dari berbagai macam sumber, berawal dari rasa penasaran saya terhadap oli yang awalnya belum terpecahkan, namun akhirnya setelah banyak membaca akhirnya bisa sedikitnya memahami, utamanya untuk jenis oli berdasarkan proses pembuatanya.

Ya, disebut Oli Mineral, Semi Sintetik, Full Sintetik dan Full Sintetik Ester (yang tertinggi) itu merupakan penjenjangan oli berdasarkan proses pembuatanya. Berbeda dengan kode-kode yang sering tertuliskan di oli seperti JASO, API dan SAE yang merupakan standarisasi dari beberapa organisasi pembuatan/pengembangan oli contohnya seperti seperti Amerika (API) dan Jepang (JASO). Lalu seperti apa, berikut informasinya

Perbedaan Oli Mineral, Semi Synthetic dan Full Synthetic

Oli Mineral (Konvensional)

Oli Mineral dibuat menggunakan bahan dasar oli (base oil) yang diolah dari minyak bumi, bisa dikatakan merupakan standarnya Pelumas atau Oli. Oli Mineral memiliki indeks viskositas atau kekentalan 80 sd 120 serta mengandung beberapa karbon reaktif seperti sulfur dan oksigen.

Oli Mineral AHM MPX1 dan MPX2
Oli Mineral AHM MPX1 dan MPX2

Ciri-ciri Oli Mineral berdasarkan performanya untuk mesin adalah struktur molekul-molekulnya yang tidak rata (abstrak). Dari sini, Oli mineral memiliki kekurangan diantara lain;

Kekurangan Oli Mineral

  1. Cepat panas
  2. Mudah teroksidasi
  3. Mudah menguap

Keunggulan Oli Mineral

Selain harganya murah, Oli ini memiliki struktur molekul tidak rata dan bagus untuk mempercepat masa inreyen pada motor baru antara piston dan permukanya (blok-piston) untuk beradaptasi cepat.

Oli Semi Synthetic

Oli Semi sintetis disebut juga Synthetic Blend Oil, seperti namanya yang menggambarkan siapa oli ini bahwa oli semi-sentetik merupakan campuran dari Oli Mineral dan Oli Sintetis, persentase campuranya berbeda-beda setiap produsen oli tetapi biasanya sekitar 70% Oli Mineral dan 30% sisanya Sintetis. Oli ini diklaim mampu bertahan melindungi mesin sejauh 5.000 km.

Oli Semi Synthetic Shell Advance
Oli Semi Synthetic Shell Advance

Oli ini ada seperti ingin menjadi penengah antara Oli Full Sintetis yang harganya bisa dua kali lipat Oli mineral, dengan harga yang lebih terjangkau dan kualitas yang lebih baik daripada Oli konvensional.

Kelebihan Oli Semi Semi Synthetic

  1. Lebih stabil
  2. Range viskositas lebih besar
  3. Lebih baik di suhu rendah dan tinggi

Poin-poin diatas adalah jika dibandingkan dengan Oli Mineral, karena oli jenis ini memang ada campuran sintetis dengan mengambil kelebihanya namun masih memiliki kandungan seperti oli mineral.

Kekurangan Oli Semi Syntetic

Oli ini lebih terjangkau dan lebih bisa menyesuaikan motor sesuai kelasnya, hanya saja kandungan karbon aktif seperti sulfur masih tetap ada seperti oli mineral.

Oli Full Synthetic

Oli Full Synthetic dibuat dengan melalui proses pembuatan yang lebih baik, lebih sempurna karena dalam pembuatanya merupakan hasil olahan minyak bumi yang di olah lagi dan diambil paling bersih (terseleksi terbaik) dengan proses panjang sehingga menghasilkan Poly Alpha Olefin (PAO) setelah melalui proses-proses sebelumnya. Masa gantinya bisa mencapai diatas 10.000 Km.

Oli Synthetic Pertamina Enduro Racing
Oli Synthetic Pertamina Enduro Racing

Oli ini lebih baik daripada Oli Semi sintetis dan mineral tentunya, ditambah lagi PAO tidak mengandung Karbon reaktif yang tidak bagus karena menghasilkan asam, bebas silfur, oksigen dan logam berat yang lain. Beberapa keunggulan lain oli jenis ini

Kelebihan Oli Full Synthetic

  1. Tidak mudah menguap
  2. Lebih Tahan Oksidasi
  3. Pelumasan lebih merata dan
  4. Mampu Bekerja paling maksimal meski temperatur tinggi

Hasilnya, dengan pakai oli sintetis suara mesin halus, jadwal penggantian lebih lama, lebih minim gesekan. Kalau kekuranganya memang sedikit mahal, diukur dari kuantitasnya.

Oli Full Synthetic Ester

Last but not listed adalah Oli Full Sintetic Ester, kenapa tidak masuk kategori umum listnya kita karena penggunaan oli ini jarang untuk kita pakai dan biasanya untuk balapan saja dengan kebutuhan mesin di rpm yang tinggi. Oli ini merupakan pembuatan oli dengan proses terbaik saat ini, jadi diatas full sintesis masih ada jenis ini dengan 0% shear loss (tingkat keausan) dan jauh lebih tahan lama dibandingkan full-syntetic. Yamalube Racing pakai oli jenis ini.

Oli Full Synthetic Ester Yamalube RS4GP
Oli Full Synthetic Ester Yamalube RS4GP

Jadi itu dia Perbedaan Oli Mineral, Full Syntetic dan Semi Syntetic serta beberapa kelebihan dan kekuranganya, kebanyakan produsen oli yang memasarkan produknya di Indonesia baik jenis Mineral sampai Full Sintesis juga sudah dilengkapi Zat Aditif Oli yang fungsinya selain melumasi juga membantu menjaga mesin seperti Anti Gores, Korosi/Perkaratan, Anti-selip, Detergent & Dispersan serta Anti-Oksidan.

Di Indonesia sendiri, ada banyak (terhitung puluhan) produsen Oli ternama yang menyediakan banyak pilihan untuk kita para konsumen, tinggal kita pandai-pandai memilih yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan motor kita. Bahkan kalau gak mau ribet, cukup pasrahkan saja sama rekomendasi pabrikan yang sudah punya perusahaan sendiri untuk hal pelumas ini seperti Honda dengan SPX dan MPX, Yamaha dengan Yamalube dan Suzuki dengan SGO serta yang lainya.

Gambar Gravatar
Tinggal di Yogyakara, penghobi motor sejak kecil, seorang Testrider, Reviewer dan penikmat balap MotoGP. Mulai aktif berbagi seputar motor pada tahun 2015, menulis lebih dari seribu kata setiap hari.. :)