Touring menggunakan BBM Shell V-Power
Touring menggunakan BBM Shell V-Power

Pakai Shell V-Power Mesin Motor jadi Panas kah?? Ini Jawabanya

Diposting pada

Masdab, sistem pendinginan sangat berdamak sekali terhadap performa sebuah mesin khususnya sepeda motor.. bukan hanya manusia saja yang kalau kepanasan susah konsentrasi dan justru malah emosional, mesin motor-pun begitu.

Untuk daily-use kerap kepanasan saat terjebak macet, fan tidak henti-hentinya berputar kencang.. dibuat touring apalagi, menempuh perjalanan ratusan kilometer.. mesin terus dipacu maraton.

Perhatian terhadap sistem pendinginan mesin juga wajib dilakukan masdab.. cek kinerja fan, radiator dan pastikan water coolingnya juga masih, hehe kemarin punyaku tinggal dikit lalu overheat, untungnya cepat ketahuan.

Ngomong-ngomong soal pendingin mesin sebenarnya ada lagi yang lain yang cukup berpengaruh selain radiator dan kawan-kawanya, adalah oli dan bahan bakar minyak (bbm) yang dipakai.

Oli yang sesuai kondisi musim, pilih yang kekentalanya sesuai dengan iklim di Indonesia dengan indeks SAE, disesuaikan dengan mesin motornya juga ya, kalau motor sekarang biasanya pakai SAE 10W-30 atau SAE 10W-40 lah ya.. kode W artinya Winter (musim dingin) atau tropis sesuai iklim di negara kita.

Pemilihan jenis bahan bakar (bbm) juga berpengaruh juga loh masdab, pastikan nilai oktan yang dipilih juga sesuai dengan kompresi mesin motormu.. kompresi tinggi butuh oktan tinggi juga.

Yang menarik adalah mitos dari beberapa orang bahwa ada produsen BBM ada yang bikin motor cepat panas.. nyoba Shell katanya mesin jadi panas, itu bisa dikatakan hanya mitos belaka, faktanya nilai oktan-lah yang justru lebih berpengaruh. Loh kenapa?

Karena oktan dan kompresi yang tidak cocok bikin BBM lebih mudah / tidak mudah teroksidasi atau terbakar, itu tergantung kompresi mesin dan kebutuhanya.. kalau kompresi rendah butuh yang rendah / tidak mudah terbakar, kalau pilih oktan tinggi ya mudah kebakar dong, dan kepanasan, justru tidak efisien.. di Shell itu punya dua ada Super (oktan 92) dan V-Power (oktan 95).. Shell V-Power cocok untuk kompresi 11,0 keatas. Nah, pastikan tidak salah pilih.

Shell setahu saya justru punya teknologi Dynaflex pada line-up Shell V-Power, semacam teknologi berupa kandungan molekul bekerja untuk efisiensi dan performa yang sudah dites lab oleh mereka.. hasilnya, klaim Shell menyebutkan bahwa molekul pengurangan gesekan dalam teknologi ini bekerja memperkecil energi yang terbuang akibat panas berlebih.

Nah kok mitos dengan faktanya justru malah berbeda kan, lalu bagaimana sebenarnya?

Nyoba Shell V-Power untuk harian dan bahkan turing aman-aman saja sih, panas pada mesin wajar dan tidak kepanasan berlebih, justru performanya sedikit berbeda dari pada ketika pakai bahan bakar sebelumnya, lebih high-perform, tapi memang harganya relatif lebih mahal sih.. hehe.. tapi sebenarnya worth it kok dengan apa yang didapat.

Fun Touring Blogger Vlogger AHM Jogja Tawangmangu 2 - Perjalanan
Touring panjang mesin tetap dingin

Saya rasa jika ada yang merasa mesin motornya lebih panas itu mungkin salah pilih nilai oktan yang sesuai, motor dengan cc besar bukan berarti kompresinya tinggi loh, tidak semua motor dengan kapasitas mesin sama punya kompresi yang sama pula, tergantung konstruksi mesin. Matic kecil Vario 125 saja 11,0 dab.. ada salah satu bengkel resmi di salah satu artikel websitenya menyarankan pakai Shell V-Power tuh!

Nah berikut ada tips dari BlogOtive untuk teman-teman semuanya nih yang punya masalah soal kepanasan pada motornya ketika dipakai macet-macetan ataupun dipakai turing..

  • Pastikan cek sistem pendingin motor bekerja dengan baik; radiator, air radiator dan fan
  • Pilih Oli dengan tingkat kekentalan yang direkomendasikan untuk motor kamu
  • Sesuaikan nilai oktan BBM dengan kompresi mesin, misal 11,5 : 1 pakai V-Power dong, jangan yang Shell Super.

Tips diatas kalau masdab praktekkan langsung saya jamin tidak akan kepanasan lagi deh, so bagaimana mitos pakai Shell bikin mesin motor panas? enggak ah.. justru sebaliknya dan malah lebih awet pakai Shell dengan Dynaflexnya.. mahal dikit tapi.. wkwk, eh tapi mending mahal dikit daripada murah sering masuk bengkel..

Mungkin sekian dulu artikel dari BlogOtive kali ini, semoga jawaban dan tips-tips diatas cukup membantu teman-teman pembaca semuanya, silahkan kalau ada pertanyaan lebih lanjut atau pertanyaan lainya bisa tulis di kolom komentar atau hubungi langsung sosmed kita.. Salam gaspol! (Hendri)

Gambar Gravatar
Tinggal di Yogyakara, penghobi motor sejak kecil, seorang Testrider, Reviewer dan penikmat balap MotoGP. Mulai aktif berbagi seputar motor pada tahun 2015, menulis lebih dari seribu kata setiap hari.. :)