Legenda MotoGP Grand-Prix 500 cc, Randy Mamola yang masih aktif menganalisa balap hingga saat ini dan juga menjadi komentator acara tv Olahraga meyakini bahwa Jorge Lorenzo lambat di Assen karena trauma.

MotoGP Assen Belanda 2016 memang sudah lama masdab, sudah seminggu lalu namun nyatanya masih menarik untuk diperbincangkan sampai sekarang, termasuk saat kita membaca analisa pembalap senior berusia 56 tahun di media online Inggris, Motorsport.

Lorenzo lambat di Assen
Lorenzo lambat di Assen

Lorenzo tak jauh dari pengamatan Randy Mamola. Saat di Assen lalu pembalap Spanyol tersebut finish di urutan belakang dan hal ini menjadi balapan terlambatnya sepanjang musim ini dan bahkan beberapa musim lalu, “Slower than ever”, itulah kondisi yang dialami Lorenzo di Assen. Mamola menganggap Lorenzo down mental saat itu.

“Dalam kasus Lorenzo, bagaimanapun saya pikir mental turun, secara langsung terkait dengan pengalaman masa lalunya di Assen.”

Dalam analisanya, ia meyakini bahwa Lorenzo lambat di Assen karena trauma dengan crash yang di alaminya di tiga tahun terakhir.

“Jorge jatuh di sini tiga tahun yang lalu, juga dalam keadaan basah, melukai dirinya sendiri. Ada kemungkinan dia tidak bisa melihat [lintasan] dengan jelas, tapi aku yakin bahwa itu masih dalam alam bawah sadar dan jelas danlam situasi sulit seperti di hari Minggu.”

Lorenzo crash di Assen 2011
Lorenzo sebelumnya terjatuh di Assen 2011 dalam kondisi trek basah

Lorenzo dikenal sebagai pembalap yang solid apabila berada di posisi depan, mengawali start yang bagus dan selalu mendominasi dalam balapan. Banyak yang heran apabila Lorenzo hingga harus berada di barisan belakang.

“Ini tidak normal untuk melihat dia begitu kaku di sepeda, tanpa aliran atau perpindahan, seperti Katedral.”

Jadi menurut Legenda MotoGP, Randy Mamola, Lorenzo lambat di Assen karena trauma. Lorenzo sendiri memang mengatakan di artikel sebelumnya ( Lorenzo lambat di Assen bukan karena masalah motor ) bahwa ia kurang memiliki perasaan yang baik di ban depan sehingga ia takut jatuh. Namun memang selain pembalap yang terkenal ngacir di depan, Lorenzo juga terkenal dengan pembalap yang performanya tidak bisa maksimal saat Race basah, ibarat kucing takut dengan air.

BAGIKAN
Blogger asal Yogyakarta yang masih belajar dan mencoba berbagai untuk menyalurkan hobi dan kesukaan terhadap Motor, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan Salam Gaspol!

LEAVE A REPLY

Harap tulis sebuah komentar
Harap masukan nama kamu