Beranda Yamaha Kenapa Yamaha masih pakai mesin SOHC, Ini Alasanya

Kenapa Yamaha masih pakai mesin SOHC, Ini Alasanya

0
BERBAGI
Mesin SOHC Yamaha dengan VVA
Mesin SOHC Yamaha dengan VVA (pada R15)

Masdab, tentu kita tau mengenai jumlah camshaft pada sebuah mesin motor ada dua yakni single atau yang disebut SOHC (Single Over Head Camshaft) dan double atau DOHC (Double Over Head Camshaft).

Ada yang unik dilakukan Yamaha dalam merakit mesin untuk motorsport kelas 150 cc seperti All New R15, Vixion R dan mungkin Next Jupiter MX, dimana saat kompetitornya yakni Honda dan Suzuki sudah menggunakan double-cam atau mesin DOHC, dari dulu Yamaha masih mempercayakan mesin dengan single-cam atau SOHC.

Bedanya, untuk tahun ini Yamaha memberikan teknologi terbaru untuk mesinya yakni dengan mengaplikasikan semacam pengatur klep atau yang mereka sebut dengan Varable Valve Actuation (VVA) dengan mesin berkubikasi 155,1 cc.

Sebenarnya Kenapa Yamaha masih memakai mesin SOHC, Apa alasanya? Nah disini BlogOtive akan memberikan info kepada masdab semua dengan sebuah jawaban dari salah satu petinggi Yamaha Indonesia

Alasan Yamaha masih pakai mesin SOHC

Presiden Direktur Riset and Development PT Yamaha Motor Indonesia (YIMM), Katsumitsu Wakamatsu memberikan penjelasan saat sesi Tanya Jawab (QnA) pada perkenalan R15 beberapa waktu lalu, Senin (23/1/2017).

Menurut Wakamatsu, mesin SOHC maupun DOHC memiliki kelebihan tersendiri dimana SOHC lebih bertenaga di putaran renda.

“DOHC memiliki kelebihan di tenaga pada putaran mesin tinggi, sedangkan SOHC kelebihanyaa pada putaran rendah. Di Indonesia kebutuhan tenaga di putaran tinggi sangat jarang karena kondisinya macet,” ungkapnya.

Sementara jika SOHC memiliki keunggulan pada putaran bawah, untuk memberikan tenaga mesin yang optimal pada putaran atas Yamaha membenamkan teknologi VVA dengan membuka klep high-rpm saat mesin berputar diatas 7.400 rpm. Tak heran tenaga maksimal yang bisa dikeluarkan motor sport 150 cc Yamaha mampu di angka 19,1 tenaga kuda pada 10.000 rpm didukung torsi maksimal 14,7 Nm pada 8.500 rpm.

Kemudian alasan kedua diungkapkan oleh Executive Vice President PT YIMM, Dynonisius Beti yang mengatakan bahwa kombinasi SOHC dan VVA bisa menciptakan keseimbangan.

“Kami mendesign kombinasi keduanya akan menjadi total balance yang baik diunakan di Indonesia.” jelasnya.

Jadi seperti itu dab Alasan Yamaha masih pakai mesin SOHC untuk motor sport 150 cc terbarunya seperti R15 dan Vixion meski kompetitor seperti All New CBR150R dan GSX-R150 sudah pakai mesin DOHC.

All New R15 v3
All New R15 bersama GSX-R150 dan CBR150R (belakang). pict by @sammy_eles

Menurut BlogOtive, Yamaha cukup cerdik bin cerdas dalam hal ini.. jika SOHC memberikan tenaga yang lebih di putaran bawah kemudian dibantu VVA klep low-cam maka akan terjadi keseimbangan dan tidak mubazir, efeknya akan ke konsumsi BBM yang lebih irit. Nah untuk putaran atas baru mengerahkan seluruh tenaga termasuk klep high-rpm. Jadi hasilnya seimbang, tenaganya merata. Oke juga ya..

BERBAGI
Blogger asal Yogyakarta yang masih belajar dan mencoba berbagai untuk menyalurkan hobi dan kesukaan terhadap Motor, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan Salam Gaspol!

Tinggalkan sebuah balasan

Mohon ketikkan komentar
Mohon masukan nama kamu disini