Hasil tes pertama pra-musim MotoGP 2016 menunjukkan banyak rider yang mengalami crash, termasuk pembalap Honda, Marc Marquez yang paling sering mengalami kecelakaan dengan ban baru Michelin, namun Wakil Presiden Honda Racing Corporation (HRC), Shuhei Nakamoto tidak mengkhawatirkan ban tersebut.

Saat ini para rider sedang menjalani liburan, para pembalap tidak diperkenankan menjalani tes rider sebelum Februari 2016 karena regulasi. Michelin juga mengagendakan untuk melakukan tes eksklusif bersama para wakil tes rider Honda, Aprilia dan Ducati di Jerez beberapa pekan depan, seperti yang sudah BlogOtive informasikan (sebelumnya: Michelin akan melakukan tes Desember ini).

Bos Honda tidak mengkhawatirkan Ban Michelin
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez

Alih-alih ban Michelin menyelesaikan persoalan dari feedback para pembalap, Shuhei dalam wawancara bersama Speedweek, mengungkapkan bahwa ban Michelin memang sangat berbeda, namun tidak ada yang perlu di khawatirkan dari ban tersebut karena para pembalap hanya membutuhkan adaptasi terhadap Ban Michelin.

“Nah, ban sangat berbeda dan kami belum punya begitu banyak waktu di trek,”

“Laptime masih begitu jauh tapi sangat mirip [dengan ban Bridgestone]. Saya pikir ban Michelin telah memiliki potensi yang sama seperti Bridgestone, tetapi pembalap banyak yang crash. Ini berarti bahwa driver belum memahami bagaimana Anda harus menggunakan ban tersebut.”

Dari pihak lain, Direktur teknik Michelin, Nicholas Goubert mengatakan bahwa setiap pergantian ban jelas akan mengalami perubahan pada motor, menurutnya para Manufacturer harus merubah setelan motor, termasuk suspensi dan sasis.

“Pada saat ini, ban ini harus digunakan. Tentu saja, suspensi dan sasis harus disesuaikan dengan ban. Kami akan melakukan itu, tapi kami membutuhkan lebih banyak waktu.”

Yup, jadi Bos Honda tidak mengkhawatirkan masalah ban Michelin Otivers. Menurut opini kami apa yang dikatakan pak Shuhei itu benar kalau para rider hanya belum beradaptasi saja dengan ban, pengalaman pribadi Motor setelah ganti ban bahkan dengan merk yang sama sekalipun memiliki karakter yang berbeda saat digunakan untuk melibas tikungan. Jadi, wajar-wajar saja sih.. BlogOtive

BAGIKAN
Blogger asal Yogyakarta yang masih belajar dan mencoba berbagai untuk menyalurkan hobi dan kesukaan terhadap Motor, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan Salam Motolovers!

LEAVE A REPLY

Harap tulis sebuah komentar
Harap masukan nama kamu