Beberapa waktu lalu, Pemerintah mengumumkan bahwa salah satu Perusahaan Milik Negara (Persero), Pertamina telah menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan menggantikanya dengan Pertalite yang memiliki nilai RON (Research Octane Number) atau Oktan lebih tinggi. Sekarang (sejak artikel ini dimuat) Premium hanya tersedia di beberapa wilayah yang masuk dalam kategori pelosok. Nah, sebenarnya ada alasan kenapa Pemerintah melakukan hal ini.

Premium digantikan Pertalite
Premium dihapus digantikan Pertalite

Mungkin beberapa dari kita ada yang belum tahu atau penasaran apa sih alasan Pertamina menghapus Bensin Premium? nah, disini BlogOtive akan berusaha menjelaskan alasan penghapusan Premium.. meskipun info seperti ini bisa dikatakan sudah expired.. basi, tetapi enggak ada salahnya kalau di ulas kembali supaya kita lebih jelas.

Penghapusan Premium didasari utamanya karena Pemerintah Indonesia hendak meningkatkan kualitas udara yang semakin tercemar akibat bertambahnya volume kendaraan yang melintasi jalanan di Indonesia ini masdab.. jadi supaya lebih ramah lingkungan, Pemerintah meningkatkan Standarisasi Emisi Gas Buang dari yang sekarang Euro2 menjadi Euro3.. upaya yang dilakukan dari dua hal yakni kendaraan dan bahan bakarnya.

Dari Kendaraan, melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan kebijakan bahwa kendaraan baru yang diproduksi pabrikan/manufacturer harus lolos Emisi buangan Euro3 (kalau tidak salah aturan ini sejak semester 2 tahun 2015 lalu), pabrikan yang hendak menjual tipe kendaraan-nya di Indonesia harus dilakukan modifikasi/pergantian spesifikasi agar dapat lolos standar Euro3 kalau tidak lolos maka tipe tersebut tidak boleh dijual/mengaspal.. hal ini membuat beberapa tipe sepeda motor di Indonesia tidak lolos standarisasi ini, salah satunya adalah Kawasaki Ninja 150 yang terpaksa harus di Stop produksi oleh KMI.

Untuk Beberapa negara maju, di Kawasan Benua Eropa contohnya sudah menerapkan Standar Emisi Euro4 yang lebih ketat lagi. Indonesia sendiri sebenarnya sedang mempersiapkan ke standar ini.. namun mungkin bertahap dulu dari Euro3.. IMO. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Minyak, I Nyoman Wiratmaja dikutip dari salah satu media online besar, Liputan6.

“Kita memang menuju ke euro 4. Roadmap-nya sudah ada,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk mendapati standarisasi Euro3 adalah perubahan Bahan Bakarnya masdab, disini Pertamina menghapus jenis bensin dengan harga terendahnya yakni Premium, selain harga kualitasnya juga yang terendah.. Premium mengandung pewarna dye dan mengeluarkan banyak gas CO (Karbon Monoksida) serta NOx (Nitrogen Monoksida + Nitrogen Dioksida) yang berbahaya dan menimbulkan polusi.. makanya digantikanlah dengan Pertalite yang tanpa menggunakan pewarna dan mengandung zat adiktif yang lebih bersahabat untuk kendaraan maupun udara karena menghasilkan CO dan NOx yang tidak terlalu banyak.

Premium dihapus
Premium dihapus

Selain kualitasnya yang bertambah, nilai Oktan juga bertambah dari Premium (88) menjadi Pertalite (90).. Selain menghapus Premium, disitu Pertamina juga menambahkan Bensin yang lebih berkualitas, contoh lain adalah dengan tergantikan-nya Pertamax Plus (95) menjadi Pertamax Turbo (98).

Jadi kesimpulanya, alasan Premium dihapus adalah karena hendak meningkatkan kualitas udara di Indonesia dengan standarisasi emisi gas buang Euro3, hal ini yang mennyebabkan bahan bakar dan kendaraan harus dibuat agar lolos Euro3 ini.

BAGIKAN
Blogger asal Yogyakarta yang masih belajar dan mencoba berbagai untuk menyalurkan hobi dan kesukaan terhadap Motor, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan Salam Motolovers!

LEAVE A REPLY

Harap tulis sebuah komentar
Harap masukan nama kamu